Hari minggu, tanggal 5 April 2015
kemarin, saya mengikuti kegiatan dari UKM Binus University yaitu KMBD dengan
tema DV SOS 2015 “Let’s Donate the Vision”. Acara ini dimulai pada jam 8.00 WIB
di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang berada di Pantai Indah Kapuk.
Mengapa saya mengikuti kegiatan ini?
Pertama, karena saya sangat ingin bisa membantu sesama. Apalagi dilihat dari
nama acara ini yaitu ‘Let’s Donate Vision’ membuat saya ingin sekali setidaknya
bisa sedikit membantu saudara-saudara disana yang memiliki kekurangan, terutama
kekurangan pada penglihatan. Selain itu, dengan mengikuti acara ini saya jadi
tahu bagaimana kehidupan sehari-hari mereka, bagaimana cara mereka belajar, dan
banyak sekali pembelajaran yang dapat saya ambil ketika mengikuti kegiatan ini.
Pembelajaran apa yang didapatkan dari
acara ini? Banyak sekali pembelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan ini.
Mereka saja yang memiliki banyak kekurangan dapat melakukan dan bisa menggapai
cita-cita mereka. Bagaimana cara mereka bisa melakukan sesuatu tanpa melihat
dan mereka bisa melakukannya dengan sangat baik. Mereka sangat rajin dan tekun
dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Terutama Bapak Sofyan, yang
mensharing sedikit pengalaman hidupnya bahwa kita tidak boleh menyerah, walau
hanya kehilangan penglihatan bukan berarti kita harus berhenti melakukan apapun
karena anggota tubuh yang lain masih bisa berguna untuk membantu sesama. Ada
juga anak-anak yang tunanetra yang pandai bernyanyi, bermain piano dan biola,
mereka memainkannya seolah-olah mereka dapat melihatnya dan itu sungguh luar
biasa, saya saja masih belum terlalu biasa dengan permainan piano saya.
Walaupun mereka memiliki kekurangan, mereka mau dan masih bisa untuk menggapai
cita-cita mereka dengan tekun dan rajin. Pokoknya banyak sekali pembelajaran
dan motivasi yang dapat saya ambil ketika mengikuti acara ini.
Motivasi apa yang dapat diberikan
kepada teman-teman yang tunanetra dan juga aktivis-aktivis social untuk
tunanetra. Seperti yang sudah saya jelaskan pada paragraph sebelumnya tentang
aktivis social untuk tunanetra yaitu Pak Sofyan, bahwa kita tidak boleh
menyerah, walau hanya kehilangan penglihatan bukan berarti kita harus berhenti
melakukan apapun karena anggota tubuh yang lain masih bisa berguna untuk
membantu sesama.
Ini adalah beberapa kegiatan DV SOS
2015
Gambar
1:
Anak-anak Tunanetra Sedang Paduan Suara dan Bermain Alat Musik
Gambar 2: Para Karyawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Gambar 3: Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia
Gambar 4: Judul Buku yang Diketik "Self Driving"
Community Partner: Diselenggarakan oleh:






