Sabtu, 11 April 2015

DV SOS 2015 "Bring the Light for the Blind"


Hari minggu, tanggal 5 April 2015 kemarin, saya mengikuti kegiatan dari UKM Binus University yaitu KMBD dengan tema DV SOS 2015 “Let’s Donate the Vision”. Acara ini dimulai pada jam 8.00 WIB di Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia yang berada di Pantai Indah Kapuk.

Mengapa saya mengikuti kegiatan ini? Pertama, karena saya sangat ingin bisa membantu sesama. Apalagi dilihat dari nama acara ini yaitu ‘Let’s Donate Vision’ membuat saya ingin sekali setidaknya bisa sedikit membantu saudara-saudara disana yang memiliki kekurangan, terutama kekurangan pada penglihatan. Selain itu, dengan mengikuti acara ini saya jadi tahu bagaimana kehidupan sehari-hari mereka, bagaimana cara mereka belajar, dan banyak sekali pembelajaran yang dapat saya ambil ketika mengikuti kegiatan ini.

Pembelajaran apa yang didapatkan dari acara ini? Banyak sekali pembelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan ini. Mereka saja yang memiliki banyak kekurangan dapat melakukan dan bisa menggapai cita-cita mereka. Bagaimana cara mereka bisa melakukan sesuatu tanpa melihat dan mereka bisa melakukannya dengan sangat baik. Mereka sangat rajin dan tekun dalam setiap kegiatan yang mereka lakukan. Terutama Bapak Sofyan, yang mensharing sedikit pengalaman hidupnya bahwa kita tidak boleh menyerah, walau hanya kehilangan penglihatan bukan berarti kita harus berhenti melakukan apapun karena anggota tubuh yang lain masih bisa berguna untuk membantu sesama. Ada juga anak-anak yang tunanetra yang pandai bernyanyi, bermain piano dan biola, mereka memainkannya seolah-olah mereka dapat melihatnya dan itu sungguh luar biasa, saya saja masih belum terlalu biasa dengan permainan piano saya. Walaupun mereka memiliki kekurangan, mereka mau dan masih bisa untuk menggapai cita-cita mereka dengan tekun dan rajin. Pokoknya banyak sekali pembelajaran dan motivasi yang dapat saya ambil ketika mengikuti acara ini.

Motivasi apa yang dapat diberikan kepada teman-teman yang tunanetra dan juga aktivis-aktivis social untuk tunanetra. Seperti yang sudah saya jelaskan pada paragraph sebelumnya tentang aktivis social untuk tunanetra yaitu Pak Sofyan, bahwa kita tidak boleh menyerah, walau hanya kehilangan penglihatan bukan berarti kita harus berhenti melakukan apapun karena anggota tubuh yang lain masih bisa berguna untuk membantu sesama.



Ini adalah beberapa kegiatan DV SOS 2015

Gambar 1: Anak-anak Tunanetra Sedang Paduan Suara dan Bermain Alat Musik


Gambar 2: Para Karyawan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia


Gambar 3: Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia

Gambar 4: Judul Buku yang Diketik "Self Driving"


Community Partner:                                                   Diselenggarakan oleh:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar